Definisi
Koma diabeticum adalah suatu keadaan penurunan kesadaran yang terjadi pada seorang penderita yang tak menunjukkan reaksi atau hanya reaksi refleks terhadap rangsangan nyeri sebagai akibat komplikasi diabetes mellitus ( Greenberg, 1985 )

DIAGNOSA
KRITRIA DIAGNOSA
1. Klinis :

Poliuria, polidipsia, mual dan atau muntah, pernafasan Kuszmaul ( dalam dan frekuen ), lemah dehidrasi, hipotensi sampai shock, kesadaran terganggu sampai koma.
Terutama pada anak dan dewasa muda, sering terjadi nyeri dada atau nyeri perut, karena adanya dehidrasi pada pleura dan peritonium

2. Darah :

Hiperglikemia > 300 mg/dl ( biasanya melebihi 500 mg/ dl )
Bikarbonat hipoglikemia
• Koma hiperosmoler non ketotik ( KHONK )
• Koma lakto asidosi ( KLA )

KLASIFIKASI :

Stadia KAD Macam KAD PH darah Bikarbonat darah
Ringan KAD Ringan 7,30 – 7,35 15 – 20 mEq/l
Sedang Prekoma Diabetik 7,20 – 7,30 12 – 15 mEq/l
Berat Koma Diabetik(KD) 6,90 – 7,70 8 – 12 mEq/l
Sangat berat KD Berat <6,90

KETERANGAN :
1. RL : Ringer lactate

BIK : Bicarbonat
IR : Insulin reguler
IDRIV : Insulin dosis rendah intra vena

2. Maltose 10 % ( Martos 10 % )

3. *) : jumlah cairan yang diberikan per 24 jam disesuaikan dengan klasifikasi KAD (stadium I – IV )

Ingat :

Rumus : 2,4, 18, 24 pada rehidrasi fase I

**) : Satu botol KCl 25 ml berisi 25 mEq K+, dapat dimasukkan dalam NaCl 0,9
% atau RL
***) : Kombinasi 2 dari 3 macam antibiotika :
Sulbenicillin /Ampicillin dan Gentamycin atau Cephalosporine generasi III,
Aminoglikosida
Bila perlu dapat diberikan Cyprofloxacin drip

4. Infus Bicarbonat ( jangan bolus IV ) : dosis 50 – 100 mEq/2 jam
= 1 ampule Meylon 50 ml ( 1 ml = 1 mEq ) = 50 mEq Bicarbonat dalam 500 ml NaCl 0,9 % dengan kecepatan tetesan infus 30 – 80 tetes/menit

5. Perhitungan defisit cairan dengan berat jenis plasma

Defisit Cairan : ( BJ plasma – 1,025 ) X BB X 4 liter

6. Perhitungan defisit Bikarbonat :

Defisit Bicarbonat : ( 25 – Bik ) X BB /5

7. Pedoman defisit lain , dalam mEq /kg BB :

Rumus 6,5,4,3,3,1, : Na = 6, K = 5 , Cl = 4 , PO4 = 3, Bik = 2, Mg = 1

Referensi
1. Askandar Tjokroprawiro (1978). The Dietetic Regimen for Indonesian Patients with Diabetes Mellitus (Thesis), January 14, 1978.
2. Askandar Tjokroprawiro (1991). Diabetes Mellitus : Klasifikasi, diagnosis, dan dasar-dasar terapi. Edisi kedua. Publ. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1991.
3. Pickup,J, Williams,G (1991). Textbook of Diabetes. Volume 1,2. Edisi-1. Publ. Blackwell Scientific Publications, London Edinburg Boston Melbourne Paris Berlin Vienna, 1991.
4. Rifkin,H. and Porte,D. (1991). Diabetes Mellitus – Theory and Practise. 4th.ed. Info Access and Distribution Pte Ltd. Singapore, 1991.
5. WHO Technical Report Series 727 (1985). Diabetes Mellitus. Report of WHO Study Group. WHO, Geneva, 1985, pp. 9-24.